Sampit, sebagai kota di Kalimantan Tengah, memiliki keanekaragaman suku, termasuk suku Dayak dan Madura. Keduanya memiliki latar belakang budaya, sejarah, dan kepentingan ekonomi yang berbeda. Faktor-faktor ini seringkali menjadi pemicu konflik, terutama dalam konteks persaingan sumber daya alam dan lapangan kerja.